Ideal, Bagian Pertama: Definisi dan Ideal pada Gelanggang Bilangan Bulat


Kita sudah mengenal gelanggang dan gelanggang bilangan bulat pada tulisan sebelumnya. Kali ini, kita akan membahas ideal pada gelanggang bilangan bulat.
Sebelumnya, perlu ditanyakan dahulu apa itu ideal. 

Definisi
Misal R=(R,+,×) suatu gelanggang. Suatu subhimpunan IR disebut ideal kiri (atau ideal kanan) bagi R jika
  • (I,+) adalah subgrup bagi (R,+)
  • Untuk setiap xI dan rR berlaku rxI (xrI untuk ideal kanan)
Jika I adalah ideal kanan dan ideal kiri sekaligus, kita sebut I sebagai ideal dua sisi. Jika konteks pembicaraannya jelas, kita sebut sebagai ideal (saja) untuk mempermudah. Pada tulisan ini, jika disebut ideal, yang dimaksud adalah ideal kiri (kecuali dikatakan sebaliknya). Hasil-hasil pada ideal kiri (umumnya) bisa diperluas juga ke ideal kanan.

Sebagai contoh, pada gelanggang M2×2(Z) subhimpunan I={[a0b0]:a,bZ} adalah ideal kiri, tetapi bukan ideal kanan (silahkan anda periksa)

Untuk contoh lainnya, silahkan anda cari semua ideal bagi gelanggang Z31.

Memeriksa syarat ideal tersebut dapat dipermudah. Idenya serupa dengan mengecek subgrup dari suatu grup. Kita punya teorema berikut:

Teorema 1
Misal IR tak kosong dan R adalah suatu gelanggang. I adalah ideal kiri (ideal kanan) jika dan hanya jika

  • Untuk setiap a,bI berlaku a+bI
  • raI (arI) untuk setiap aI,rR
Untuk buktinya, implikasi ke arah kanan jelas. Untuk ke arah kiri, karena R suatu gelanggang, jelas 0R. Ambil sebarang xI sehingga 0×x=0I. Jadi kita dapatkan 0 anggota I.

Berikutnya, karena R gelanggang, jelas 1R (di sini kita kaji gelanggang dengan unsur kesatuan, yakni 10). Akibatnya haruslah 1R. Ambil xI sehingga 1×x=xI (silahkan anda buktikan dahulu 1×x=x). Jadi, xI untuk setiap xI. Kita dapatkan (I,+) subgrup (R,+). Fakta ini, ditambah poin kedua, mengakibatkan I adalah ideal, yang itulah yang ingin kita tunjukkan.

Kemudian kita akan ke menu utama. Tinjau gelanggang bilangan bulat Z. Kita akan punya teorema berikut

Teorema 2
I adalah ideal dari Z jika dan hanya jika I=nZ untuk suatu nZ

Sebelum membahas buktinya, ingat kembali bahwa nZ={...,2n,n,0,n,2n,...}. Sebagai contoh, 2Z={...,4,2,0,2,4,...}

Dengan melihat contoh tersebut, bukti pernyataan ke arah kiri mudah dan saya sarankan pembaca untuk mencoba membuktikannya (gunakan bantuan teorema 1).

Untuk pernyataan ke arah kanan, kita akan tinjau dulu dua ideal: ideal nol {0} dan seluruh Z. Untuk keduanya, pilih masing-masing n=0 dan n=1 sehingga kedua ideal tersebut berbentuk nZ. Untuk sebarang ideal I lainnya, pertama pilih n sebagai suatu unsur positif terkecil di I (well-ordering menjamin eksistensi n). Akibatnya, jelas nZI

Berikutnya, ambil sebarang xI. Dengan algoritma pembagian, kita dapat tuliskan x sebagai x=pn+q untuk suatu p,qZ dengan 0qn1.

Perhatikan bahwa karena xI, haruslah xpnI (mengapa?) sehingga haruslah qI. Karena tadi kita pilih n unsur positif terkecil di I, haruslah q=0. Kita dapatkan x=pn, suatu kelipatan dari n. Akibatnya, InZ

Karena InZ dan nZI, kita simpulkan I=nZ

Karena implikasi kedua arah benar, kita simpulkan teorema tersebut benar.

Sebagai tantangan tambahan, silahkan anda periksa kebenaran pernyataan berikut: I ideal bagi Zp untuk p prima jika dan hanya jika I={0} atau I=Zp (hint: lihat gambar di atas, salah satu kalimatnya adalah hintnya)

Komentar

Postingan Populer